Showing posts with label psikologi emosi. Show all posts
Showing posts with label psikologi emosi. Show all posts

Friday, October 12, 2012

kepribadian dan emosi

By sandri kinali | At 8:13 AM | Label : , | 0 Comments
      Kepribadian merupakan sub area ilmu psikologi yang sangat luas dan sangat sulit untuk digambarkan, beberapa peneliti yang menggunakan pendekatan “trait” dalam domain psikofisiologi, psikometri, gangguan klinis, dan hubungan sosial mungkin mendefenisikan diri mereka sebagai psikolog kepribadian, padahal kepribadian adalah hal yang sangat sulit didefenisikan karena abstract dan berbeda dari satu individu dengan individu lainnya. Perbedaan ini tidak hanya pada perilaku yang tampak, melainkan juga pada aspek psikis dalam diri individu yang sangat kompleks.
Secara historis, terdapat beberapa masalah mendasar dalam penelitian kepribadian yang terintegrasi dengan konsep emosi, salah satunya adalah apakah emosi memiliki peran dalam pengorganisasian perilaku atau justru sebagai faktor yang mengganggu perilaku. Sangat mudah untuk mengatakan bahwa emosi memainkan kedua peran ini, tetapi peran emosi sebagai pengorganisasian perilaku adalah hal yang sangat penting untuk pengembangan dan fungsi kepribadian. Lebih dari setengah abad, pandangan bahwa emosi adalah organisator perilaku hanya memiliki beberapa pendukung, hal ini dicontohkan dalam perspektif seminal dari Leeper (1948). ). Beberapa teori berpengaruh menekankan sifat mengganggu emosi (arnold, 1960, simon, 1967) dan hanya pada tahun 1980-an teori peran emosi sebagai organisator perilaku mulai mendominasi (misalnya, lazarus, 1991)
Beberapa teoretikus kontemporer, termasuk goldsmith dan campos (1982) dan clark dan watson (1999), melihat aspek-aspek emosional kepribadian sebagai temperamen, hal ini mengacu kepada defenisi temperament dari Allport (1937). Menurut Allport, temperament adalah fenomena karakteristik emosi bawaan individu, termasuk kerentanan terhadap ransangan emosional, kekuatan dan kecepatan respon, kualitas mood, dan segala keanehan dan intensitas dalam mood. Dengan demikian, emosi kadang-kadang masuk ke studi kepribadian melalui temperamen dan kemudian berinteraksi dengan sikap, konsep diri, pengaruh kontekstual, dan faktor-faktor lain dalam fungsi kepribadian.
Upaya subtantial telah dipersembahkan untuk studi struktur psikologis mengenai arti kata-kata emosi. Ketika kata-kata ini digunakan untuk menggambarkan diri, peneliti berharap untuk menemukan struktur psylogical keadaan emosi. Penelitian dalam tradisi ini memiliki tradisi yang sangat panjang (blok, 1957, goldberg, 1982). Peserta studi biasanya diminta untuk memutuskan attribut kesamaan kata-kata seperti berani, menantang, senang, menuntut, tertekan, menyenangkan, kecewa, berkecil hati, jijik dan seterusnya, atau untuk menilai seberapa baik persyaratan tersebut menggambarkan diri atau orang lain

Wednesday, October 10, 2012

defenisi emosi

By sandri kinali | At 1:46 AM | Label : | 0 Comments
Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan perasaan tertentu, yaitu perasaan senang atau perasaan tidak senang. Perasaan senang atau tidak senang yang selalu menyertai perbuatan perbuatan kita sehari-hari itu disebut warna efektif. Warna efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah atau samar-samar saja. Emosi adalah sebagai sesuatu suasana yang kompleks (a complex feeling state) dan getaran jiwa ( a strid up state ) yang menyertai atau munculnya sebelum dan sesudah terjadinya perilaku. (Syamsudin, 2005:114). Sedangkan menurut Crow & crow (1958) (dalam Sunarto, 2002:149) emosi adalah “An emotion, is an affective experience that accompanies generalized inner adjustment and mental physiological stirred up states in the individual, and that shows it self in his overt behavior.”
Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitatif yang tidak jelas batasnya. Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi. Jadi, sukar sekali kita mendefinisikan emosi. Oleh karena itu, yang dimaksudkan dengan emosi di sini bukan terbatas pada emosi atau perasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai dengan warna efektif, baik pada tingkat yang lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang (mendalam).
Jadi emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak. Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri–ciri sebagai berikut :
  • Lebih bersifat subyektif dari pada peristiwa psikologis lainnya, seperti pengamatan dan berpikir.
  • Bersifat fluktuatif ( tidak tetap ).
  • Banyak bersangkut paut dengan peristiwa pengenalan panca indera.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sandri Andeski - All Rights Reserved