1.
Pengertian Kreatif
Beberapa
pengertian dari kreativitas,yaitu:
§ Kreatifitas ialah kemampuan
berpikir tentang sesuatu dengan cara
baru dan tak biasa dan menghasilkan solusi yang unik atas suatu problem.
§ Kreatifitas merupakan kemampuan yang
dimiliki seseorang untuk menemukan dan menciptakan sesuatu hal baru,cara-cara
baru,model baru yang berguna bagi dirinya dan bagi masyarakat.
§ Kreativitas adalah kemampuan untuk
membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada.
§ Kreativitas (berpikir kreatif atau
berpikir divergen) adalah kemampuan- berdasarkan data atau informasi yang
tersedia-menemukan banyak kemungkinan jawaban tehadap suatu masalah,dimana
penekanannya adalah pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban.
§ Secara operasional kreativitas dapat
dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan
(fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berpikir, serata kemampuan untuk
mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan.
2.
Ciri-ciri Anak Kreatif
Seseorang
yang kreatif adalah orang yang memiliki cirri-ciri kepribadian tertentu
seperti: mandiri, bertanggung jawab, bekerja keras, motivasi tinggi, optimis, punya
rasa ingin tahu yang besar, percaya diri, terbuka, memiliki toleransi, kaya
akan pemikiran,dll.
Ciri-ciri
afektif lainya yang sangat esensial
dalam menentukan prestasi kreatif seseorang ialah:
ü Rasa ingin tahu
ü Tertarik terhadap tugas-tugas majemuk
yang dirasakan sebagai tantangan
ü Berani mengambil resiko untuk membuat
kesalahan atau untuk dikritik oleh orang lain
ü Tidak mudah putus asa
ü Menghargai keindahan
ü Mempunyai rasa humor
ü Ingin mencari pengalaman-pengalaman baru
ü Dapat menghargai baik diri sendiri
maupun orang lain
Selain ciri-ciri diatas Utami Munandar (1977)
melalui penelitiannya di Indonesia menyebutkan ciri-ciri kepribadian dari kreativitas yang dianggap
oleh orang Indonesia, yaitu:
1) Mempunyai daya imajinasi kuat
2) Mempunyai inisiatif
3) Mempunyai minat luas
4) Mempunyai kebebasan dalam berpikir
5) Bersifat ingin tahu
6) Selalu ingin mendapat
pengalaman-penglaman baru
7) Mempunyai kepercayaan diri yang kuat
8) Penuh semangat
9) Berani mengambil risiko
10) Berani berpendapat dan mamiliki
keyakinan
Cirri-ciri
inilah yang perlu dikembangkan pada anak muda Indonesia agar dapat dikatakan
sebagai Manusia yang Kreatif.
3.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Kreativitas
Ada lima factor
yang dapat mempengaruhi kreativitas,yaitu:
a. Factor
jenis kelamin
Anak laki-laki
menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi dari pada anak perempuan. Hal
ini disebabkan adanya perbedaan pendekatan yang dilakukan oleh lingkungan
untuk anak laki-laki dan perempuan. Anak
laki-laki lebih diberi kesempatan untuk mandiri dan mendapat dorongan baik dari
keluarga maupun guru, sehingga mereka lebih menunjukkan sikap inisiatif dan
spontan.
b. Status social ekonomi
Anak-anak yang
berasal dari status social ekonomi tinggi cenderung lebih kreatif dari pada anak yang berasal dari status social
ekonomi rendah. Kemungkinan hal ini ada kaitannya dengan pola asuh, di mana
keluarga kaya lebih demokratis, sedangkan pada keluarga kurang mampu lebih
bersifat otoritarium. Anak yang diasuh dengan pola asuh demokratis mempunyai
peluang untuk mengekspresikan diri, minat dan aktivitasnya sendiri.
c. Urutan kelahiran
Urutan kelahiran
cukup menarik minat para pakar untuk sedikit lebih mendalam melihatnya.
Sejumlah penelitian memberikan hasil yang menunjukkan bahwa ada pengaruh urutan
kelahiran terhadap kreativitas pada anak. Anak tengah, anak yang dilahirkan
kemudian dianggap lebih kreatif dari pada anak sulung. Hal ini disebabkan
karena anak sulung lebih diharapkan untuk mentaati harapan-harapan orang tua.
d. Untuk keluarga
Anak-anak dari
keluarga kecil cendeung lebih kreatif dari pada anak yang bersal dari keluarga
besar. Pada keluarga besar, sifat pola asuh lebih otoritarium dan akan
diperburuk oleh kondisi ekonomi yang kuranng menguntungkan.
e. Lingkungan perkotaan dan pedesaan
Anak-anak yang
berasal dari daerah perkotaan cenderung lebih kreatif dari pada anak-anak yang
berasal dari pedesaan. Anak-anak dipedesaan kurang mendapat
rangsangan,dibandingkan dengan anak-anak yang berasal dari daerah perkotaan.
4.
Mengembangkan Kreativitas Dalam Pembelajaran
Pengembangan
kreatifitas dapat dilakukan melalui proses belajar diskaveri/inkuiry dan belajar
bermakna, dan tidak dapat dilakukan hanya dengan kegiatan belajar yang hanya
bersifat ekspositori. Karena inti dari kreatifitas adalah pengembangan
kemampuan berpikir divergen dan bukan berpikir konvergen.
Untuk
pengembangan kemampuan demikian guru perlu menciptakan situasi belajar-
mengajar yang banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan
masalah, melakukan beberapa percobaan, mengembangkan konsep-konsep atau gagasan
siswa sendiri.
Dalam proses
pembelajaran peserta didik perlu diupayakan pengembangan aktifitas,
kreativitas, dan motivasi siswa di dalam proses pebelajaran. Ada banyak cara
yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan kreativitas para
peserta didiknya, salah satunya yaitu dengan mengoptimalkan pelajaran seni rupa
yang telah ada dalam kurikulum pembelajaran, seperti yang dibahas pada salah
satu jurnal. Disana dijelaskan bahwa mata pelajaran seni rupa bertujuan untuk
meningkatkan kreativitas, sensitivitas, perasaan, dan kemampuan keterampilan
berkarya.Dengan mengutip pemikiran Gibbs, E.Mulyasa(2003) mengemukakan hal-hal
yang perlu dilakukan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya,
adalah:
1)
Dikembangkannya
rasa percaya diri pada diri siswa dan mengurangi rasa takut
2)
Memberikan
kesempatan pada seluruh siswa untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah
3)
Melibatkan
siswa dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya
4)
Memberikan
pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter
5)
Melibatkan
mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan
Widada
(1994) dalam Akhmad Sudrajat(2009) mengemukakan bahwa untuk meningkat aktivitas
dan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pendidik dapat
menggunakan pendekatan sebagai berikut:
Ø Self
esteem approach; guru memperhatikan pengembangan self esteem(kesadaran akan harga diri siswa)
siswa.
Ø Creative
approach; guru mengembangkan problem solving,
brain storming, inquiry, dan role playing.
Ø Value
clarification an moral development approach;
mengembangkan segenap potensi siswa menuju tercapainya self actualization,termasuk dalam hal etika dan moral
Ø Multipletalent
approach; pengembangan seluruh potensi siswa untuk
membangun self concept yang menunjang
kesehatan mental.
Ø Inquiry
approach; guru memberiksn kesempatan kepada siswa
untuk mengungkapkan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip ilmiah
serta meningkatkan potensi ilmiahnya.
Ø Pictorial
riddle approach; mengembangkan metode untuk
mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil guna
membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Ø Synetics
approach; lebih memusatkan perhatian pada
kompetensi siswa untuk membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya.
Selain
berbagai hal diatas yang dapat meningkatkan kreativitas, terdapat pula
kondisi-kondisi yang dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas tersebut,
yaitu:
1.
Rumah
Di dalam rumah banyak kondisi yang
mempengaruhi perkembangan kreatifitas. Rumahlah yang dianggap sebagai
lingkungan pertama yang membangkitkan kemampuan alamiah anak untuk bersikap
kreatif. Jika suasana rumah kurang menunjang, maka kematangan yang siap
berkembang untuk bersikap kreatif tersebut akan rusak. Lebih jauh, kondisi
rumah yang kurang menguntungkan sejak masa kanak-kanak tersebut akan bertahan
dan maluluhkan perkambangan kreativiyas selanjutanya.
2.
Sekolah
Aktivitas kelas yang terjadwal keras, disiplin,
dan adanya keyakinan guru bahwa anak yang kreatif susah diatur serta hasil
pekerjaan anak kreatif susah dinilai. Hal ini menjadi lebih susah lagi jika
prestasi akademis hanya satu-satunya jalan untuk mencapai keberhasilan hidup.
3.
Social
Sikap masyarakat yang kurang mendukung sikap kreatif anak dan
kurang memberikan penghargaan pada usaha-usaha kreativitas juga merupakan hal
yang menghambat munculnya kreativitas pada anak.
Salah satu fungsi
pembelajaran adalah membantu murid menjadi lebih kreatif. Strategi yang bisa
mengilhami kreativitas murid antara lain brainstorming, memberi murid
lingkungan yang memicu kreativitas, tidak terlalu mengatur murid, mendorong
motivasi internal, mendorong pikiran yang fleksibel dan menarik, dan
memperkenalkan murid dengan orang-orang kreatif.
Mengembangkan brainstorming. Brainstorming adalah teknik dimana
orang-orang dalam sebuah kelompok didorong untuk menghasilkan ide kreatif, saling
bertukar gagasan, dan mengatakan apa saja yang ada dipikiran mereka yang
tampaknya relevan dengan isu tertentu.
Jangan terlalu mengatur murid. Apabila
murid terus- menerus diawasi, semangat kreatif dan petualangan mereka akan
punah. Tugas anak-anak adalah bermain dan bereksperimen dengan lingkungannya.
Mendorong motivasi internal.
Motivasi murid kreatif adalah kepuasan karena berhasil menciptakan suatu karya.
Mendorong pemikiran yang fleksibel dan main-main. Pemikiran
kreatif bersifat fleksibel dan bermain-main dengan problem yang menimbulkan
paradox. Meskipun kreatifitas membutuhkan usaha, usaha tersebut akan lebih
lancar jika murid melakukannya dengan santai.
Memperkenalkan murid dengan orang-orang kreatif. Guru atau pendidik dapat
mendatangkan seorang penulis, penyair,
pemahat, musisi, ilmuan, dan banyak orang kreatif lain yang dapat berbagi
keahlian bagi para peserta didik.
5. Tahap-tahap Kreativitas
a. Tahap persiapan (preparation) yaitu
mulai dengan mempelajari latar belakang masalah yang dihadapi.
b. Tahap Konsentrasi (concentration) yaitu
berpikir sepenuhnya tentang masalah tersebut.
c. Tahap inkubasi (incubation) yaitu
istirahat untuk penenangan dengan cara santai sejenak.
d. Illumination yaitu tahap “AHA” pada saat
itu mendapatkan suatu ide / gagasan tentang pemecahan masalah yang dihadapi
tadi.
e. Fertifikasi / produksi yaitu tahap
terakhir mulai memecahkan masalah tersebut dan merealisasikan dalam bentuk
ide-ide.
6. Ciri-ciri Keluarga yang Melahirkan Anak
Kreatif
1) Menghargai anak sebagai pribadi
2) Memberikan contoh tingkah laku kreatif
3) Menaruh perhatian pada pengembangan
bakat anak
4) Memiliki patokan etis yang jelas,
seperti :
-
Kejujuran
-
Penghargaan
pada mutu pekerjaan
-
Memiliki
keingintahuan secara intelektual
-
Memiliki
ambisi yang sehat
5) Kurang khawatir terhadap aktivitas yang
dilakukan anak
6) Keluarga yang sering berpindah-pindah.
7. Hal-hal yang Menghalangi Berkembangnya
Kreativitas
Menurut
David Campbel, ada beberapa hal atau kondisi
yang menghalangi kreativitas anak :
o
Takut
gagal bila akan melakukan aktivitas
o
Terlalu
mengutamakan tata-tertib dan tradisi
o
Gagal
melihat kekuatan yang dimilikinya
o
Berpikir
terlalu pasti
o
Enggan
untuk mencoba-coba/bermain-main
Terlalu mengharap
hadiah.
3 comments:
anak perempuan di jaman sekarang juga memiliki peluang untuk mengalahkan anak laki2.
Mesin|Digital|Printing|Plotter|Eco Solvent|X Banner|Supplier
thank you ,, makasih bgt bwt infonya ,,
This is a very informative blog post about creativity.
Post a Comment
silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!