Tuesday, March 12, 2013

pengembangan kreatifitas dalam belajar


1.      Pengertian Kreatif
Beberapa pengertian dari kreativitas,yaitu:
§  Kreatifitas ialah kemampuan berpikir  tentang sesuatu dengan cara baru dan tak biasa dan menghasilkan solusi yang unik atas suatu problem.
§  Kreatifitas merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menemukan dan menciptakan sesuatu hal baru,cara-cara baru,model baru yang berguna bagi dirinya dan bagi masyarakat.
§  Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada.
§  Kreativitas (berpikir kreatif atau berpikir divergen) adalah kemampuan- berdasarkan data atau informasi yang tersedia-menemukan banyak kemungkinan jawaban tehadap suatu masalah,dimana penekanannya adalah pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban.
§  Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berpikir, serata kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan.
2.      Ciri-ciri Anak Kreatif
Seseorang yang kreatif adalah orang yang memiliki cirri-ciri kepribadian tertentu seperti: mandiri, bertanggung jawab, bekerja keras, motivasi tinggi, optimis, punya rasa ingin tahu yang besar, percaya diri, terbuka, memiliki toleransi, kaya akan pemikiran,dll.
Ciri-ciri afektif  lainya yang sangat esensial dalam menentukan prestasi kreatif seseorang ialah:
ü Rasa ingin tahu
ü Tertarik terhadap tugas-tugas majemuk yang dirasakan sebagai tantangan
ü Berani mengambil resiko untuk membuat kesalahan atau untuk dikritik oleh orang lain
ü Tidak mudah putus asa
ü Menghargai keindahan
ü Mempunyai rasa humor
ü Ingin mencari pengalaman-pengalaman baru
ü Dapat menghargai baik diri sendiri maupun orang lain
Selain ciri-ciri diatas Utami Munandar (1977) melalui penelitiannya di Indonesia menyebutkan ciri-ciri  kepribadian dari kreativitas yang dianggap oleh orang Indonesia, yaitu:
1)      Mempunyai daya imajinasi kuat
2)      Mempunyai inisiatif
3)      Mempunyai minat luas
4)      Mempunyai kebebasan dalam berpikir
5)      Bersifat ingin tahu
6)      Selalu ingin mendapat pengalaman-penglaman baru
7)      Mempunyai kepercayaan diri yang kuat
8)      Penuh semangat
9)      Berani mengambil risiko
10)  Berani berpendapat dan mamiliki keyakinan

Cirri-ciri inilah yang perlu dikembangkan pada anak muda Indonesia agar dapat dikatakan sebagai Manusia yang Kreatif.

3.      Faktor-faktor  yang Mempengaruhi Perkembangan Kreativitas
Ada lima factor yang dapat mempengaruhi kreativitas,yaitu:
a.    Factor  jenis kelamin
Anak laki-laki menunjukkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi dari pada anak perempuan. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pendekatan yang dilakukan oleh lingkungan untuk  anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki lebih diberi kesempatan untuk mandiri dan mendapat dorongan baik dari keluarga maupun guru, sehingga mereka lebih menunjukkan sikap inisiatif dan spontan.
b.    Status social ekonomi
Anak-anak yang berasal dari status social ekonomi tinggi cenderung lebih kreatif  dari pada anak yang berasal dari status social ekonomi rendah. Kemungkinan hal ini ada kaitannya dengan pola asuh, di mana keluarga kaya lebih demokratis, sedangkan pada keluarga kurang mampu lebih bersifat otoritarium. Anak yang diasuh dengan pola asuh demokratis mempunyai peluang untuk mengekspresikan diri, minat dan aktivitasnya sendiri.
c.    Urutan kelahiran
Urutan kelahiran cukup menarik minat para pakar untuk sedikit lebih mendalam melihatnya. Sejumlah penelitian memberikan hasil yang menunjukkan bahwa ada pengaruh urutan kelahiran terhadap kreativitas pada anak. Anak tengah, anak yang dilahirkan kemudian dianggap lebih kreatif dari pada anak sulung. Hal ini disebabkan karena anak sulung lebih diharapkan untuk mentaati harapan-harapan orang tua.
d.   Untuk keluarga
Anak-anak dari keluarga kecil cendeung lebih kreatif dari pada anak yang bersal dari keluarga besar. Pada keluarga besar, sifat pola asuh lebih otoritarium dan akan diperburuk oleh kondisi ekonomi yang kuranng menguntungkan.
e.    Lingkungan perkotaan dan pedesaan
Anak-anak yang berasal dari daerah perkotaan cenderung lebih kreatif dari pada anak-anak yang berasal dari pedesaan. Anak-anak dipedesaan kurang mendapat rangsangan,dibandingkan dengan anak-anak yang berasal dari daerah perkotaan.

4.      Mengembangkan Kreativitas Dalam Pembelajaran
Pengembangan kreatifitas dapat dilakukan melalui proses belajar diskaveri/inkuiry dan belajar bermakna, dan tidak dapat dilakukan hanya dengan kegiatan belajar yang hanya bersifat ekspositori. Karena inti dari kreatifitas adalah pengembangan kemampuan berpikir divergen dan bukan berpikir konvergen.
Untuk pengembangan kemampuan demikian guru perlu menciptakan situasi belajar- mengajar yang banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah, melakukan beberapa percobaan, mengembangkan konsep-konsep atau gagasan siswa sendiri.
Dalam proses pembelajaran peserta didik perlu diupayakan pengembangan aktifitas, kreativitas, dan motivasi siswa di dalam proses pebelajaran. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan kreativitas para peserta didiknya, salah satunya yaitu dengan mengoptimalkan pelajaran seni rupa yang telah ada dalam kurikulum pembelajaran, seperti yang dibahas pada salah satu jurnal. Disana dijelaskan bahwa mata pelajaran seni rupa bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, sensitivitas, perasaan, dan kemampuan keterampilan berkarya.Dengan mengutip pemikiran Gibbs, E.Mulyasa(2003) mengemukakan hal-hal yang perlu dilakukan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya, adalah:
1)        Dikembangkannya rasa percaya diri pada diri siswa dan mengurangi rasa takut
2)        Memberikan kesempatan pada seluruh siswa untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah
3)        Melibatkan siswa dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya
4)        Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter
5)        Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan
Widada (1994) dalam Akhmad Sudrajat(2009) mengemukakan bahwa untuk meningkat aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pendidik dapat menggunakan pendekatan sebagai berikut:
Ø  Self esteem approach; guru memperhatikan pengembangan self esteem(kesadaran akan harga diri siswa) siswa.
Ø  Creative approach; guru mengembangkan problem solving, brain storming, inquiry, dan role playing.
Ø  Value clarification an moral development approach; mengembangkan segenap potensi siswa menuju tercapainya self actualization,termasuk dalam hal etika dan moral
Ø  Multipletalent approach; pengembangan seluruh potensi siswa untuk membangun self concept yang menunjang kesehatan mental.
Ø  Inquiry approach; guru memberiksn kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip ilmiah serta meningkatkan potensi ilmiahnya.
Ø  Pictorial riddle approach; mengembangkan metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil guna membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Ø  Synetics approach; lebih memusatkan perhatian pada kompetensi siswa untuk membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya.

Selain berbagai hal diatas yang dapat meningkatkan kreativitas, terdapat pula kondisi-kondisi yang dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas tersebut, yaitu:
1.      Rumah
        Di dalam rumah banyak kondisi yang mempengaruhi perkembangan kreatifitas. Rumahlah yang dianggap sebagai lingkungan pertama yang membangkitkan kemampuan alamiah anak untuk bersikap kreatif. Jika suasana rumah kurang menunjang, maka kematangan yang siap berkembang untuk bersikap kreatif tersebut akan rusak. Lebih jauh, kondisi rumah yang kurang menguntungkan sejak masa kanak-kanak tersebut akan bertahan dan maluluhkan perkambangan kreativiyas selanjutanya.
2.      Sekolah
       Aktivitas kelas yang terjadwal keras, disiplin, dan adanya keyakinan guru bahwa anak yang kreatif susah diatur serta hasil pekerjaan anak kreatif susah dinilai. Hal ini menjadi lebih susah lagi jika prestasi akademis hanya satu-satunya jalan untuk mencapai keberhasilan hidup.
3.      Social
        Sikap masyarakat yang kurang mendukung sikap kreatif anak dan kurang memberikan penghargaan pada usaha-usaha kreativitas juga merupakan hal yang menghambat munculnya kreativitas pada anak.
                   Salah satu fungsi pembelajaran adalah membantu murid menjadi lebih kreatif. Strategi yang bisa mengilhami kreativitas murid antara lain brainstorming, memberi murid lingkungan yang memicu kreativitas, tidak terlalu mengatur murid, mendorong motivasi internal, mendorong pikiran yang fleksibel dan menarik, dan memperkenalkan murid dengan orang-orang kreatif.     
                   Mengembangkan brainstorming. Brainstorming adalah teknik dimana orang-orang dalam sebuah kelompok didorong untuk menghasilkan ide kreatif, saling bertukar gagasan, dan mengatakan apa saja yang ada dipikiran mereka yang tampaknya relevan dengan isu tertentu.
                   Jangan terlalu mengatur murid. Apabila murid terus- menerus diawasi, semangat kreatif dan petualangan mereka akan punah. Tugas anak-anak adalah bermain dan bereksperimen dengan lingkungannya.
                   Mendorong motivasi internal. Motivasi murid kreatif adalah kepuasan karena berhasil menciptakan suatu karya.
                   Mendorong pemikiran yang fleksibel dan main-main. Pemikiran kreatif bersifat fleksibel dan bermain-main dengan problem yang menimbulkan paradox. Meskipun kreatifitas membutuhkan usaha, usaha tersebut akan lebih lancar jika murid melakukannya dengan santai.
                   Memperkenalkan murid dengan orang-orang kreatif. Guru atau pendidik dapat  mendatangkan seorang penulis, penyair, pemahat, musisi, ilmuan, dan banyak orang kreatif lain yang dapat berbagi keahlian bagi para peserta didik.
5.  Tahap-tahap Kreativitas
a.       Tahap persiapan (preparation) yaitu mulai dengan mempelajari latar belakang masalah yang dihadapi.
b.      Tahap Konsentrasi (concentration) yaitu berpikir sepenuhnya tentang masalah tersebut.
c.       Tahap inkubasi (incubation) yaitu istirahat untuk penenangan dengan cara santai sejenak.
d.      Illumination yaitu tahap “AHA” pada saat itu mendapatkan suatu ide / gagasan tentang pemecahan masalah yang dihadapi tadi.
e.       Fertifikasi / produksi yaitu tahap terakhir mulai memecahkan masalah tersebut dan merealisasikan dalam bentuk ide-ide.


6.  Ciri-ciri Keluarga yang Melahirkan Anak Kreatif

1)      Menghargai anak sebagai pribadi
2)      Memberikan contoh tingkah laku kreatif
3)      Menaruh perhatian pada pengembangan bakat anak
4)      Memiliki patokan etis yang jelas, seperti :
-          Kejujuran
-          Penghargaan pada mutu pekerjaan
-          Memiliki keingintahuan secara intelektual
-          Memiliki ambisi yang sehat
5)      Kurang khawatir terhadap aktivitas yang dilakukan anak
6)      Keluarga yang sering berpindah-pindah.

7.  Hal-hal yang Menghalangi Berkembangnya Kreativitas
Menurut David Campbel, ada beberapa hal atau kondisi  yang menghalangi kreativitas anak :
o  Takut gagal bila akan melakukan aktivitas
o  Terlalu mengutamakan tata-tertib dan tradisi
o  Gagal melihat kekuatan yang dimilikinya
o  Berpikir terlalu pasti
o  Enggan untuk mencoba-coba/bermain-main
Terlalu mengharap hadiah.

3 comments:

Unknown said...

anak perempuan di jaman sekarang juga memiliki peluang untuk mengalahkan anak laki2.

Mesin|Digital|Printing|Plotter|Eco Solvent|X Banner|Supplier

whieawie said...

thank you ,, makasih bgt bwt infonya ,,

Dakota Kirby said...

This is a very informative blog post about creativity.

Post a Comment

silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sandri Andeski - All Rights Reserved