Pengelolaan kelas merupakan masalah tingkah laku yang
komplek,dan guru atau dosen harus mampu menciptakan kondisi kelas yang
sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan baik dan
bermutu.Salah satu indictor yang menyatakan bahwa guru atau pendidik yang
professional adalah memiliki kemampuan mengelola kelas,yaitu menyediakan
suasana yang kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan
kondusif.
Apabila belum kondusif maka seorang pendidik harus berupaya
seoptimal mungkin untuk menguasai,mengatur dan membenahi serta menciptakan
kondisi kelas yang kondusif sehingga pembelajaran dapat berjalan secara optimal
PERSPEKTIF
PENGELOLAAN KELAS
a) PERSPEKTIF SEJARAH
Menurut
Arthur C. (1990) ALAM BUKU The Management of a City School, mengidentifikasikan
sejumlah sifat-sifat dan keterampilan mengelola kelas yang sebaiknya dimiliki
guru yang efektif.
Berikut
ini adalah sifat-sifat guru yang diharapkan siswa :
ê
Sikap
tenang
ê
Teguh dan
tegas
ê
Rajin dan
kuat
ê
Gembira
ê
Simpati
ê
Hangat
ê
Waspada
ê
Terbuka dan
adil
ê
Sikap
terhadap kesalahan
ê
Aturan,
system, dan kerapian
ê
Kompeten
ê
Kesarjanaan
b) PERSPEKTIF PSIKOLOGIS
Dua teori psikologis yang paling umum menurut teori
Skinner dan Rogers, yaitu reinforcement dan reward. Reinforcement merupakan
suatu respon yang diberikan oleh guru dalam mencegah tingkah laku yang tidak
tepat. Dan reward merupakan sebuah hadiah yang diberikan guru kepada murid
apabila melakukan tingkah laku yang tepat, reward dapat berupa pujian atau
hadiah nyata.
Selain reinforcement dan reward, guru mempunyai hak
untuk memberikan konsekuensi untuk
tingkah laku siswa yang tidak tepat, misalnya teguran secara verbal, menambah
pekerjaan rumah, penahanan untuk beberapa waktu atau hukuman fisik.
Rogers memiliki pandangan pada konsep diri (self
konsep) siswa dan pemberian arti pengalaman belajar, dimana guru menetapkan
disiplin diri pada siswa yang hasilnya lebih baik dari pada memodifikasi atau
mengontrol tingkah laku melalui hukuman atau yang lain.
1. PENTINGNYA
PENGELOLAAN KELAS
Mengelola kelas adalah suatu keterampilan yang
memungkinkan guru mengajar dan siswa belajar.Tanpa pengelolaan dan pengaturan
yang efektif, maka proses
belajar terganggu,dan guru kembali menertibkan atau menyela siswa yang
mengganggu selama pengajaran
Ada beberapa pandangan para pakar yang melaporkan
perubahan dalam pemikiran tentang cara terbaik dalam pengelolaan kelas :
a.
Pandangan
lama menekankan pada penciptaan dan pengaplikasian aturan untuk mengontrol
tindak tanduk murid
b.
Pandangan
baru memfokuskan pada kebutuhan murid untuk mengembangkan hubungan dan
kesempatan untuk menata diri (kennedy, dkk.,2001)
c.
Trend baru
lebih menekankan pada pembimbingan murid untuk menjadi lebih disiplin dan tidak
terlalu menekankan pada control eksternal murid
Dan
pada saat ini mode manajemen kelas lebih menekankan pada perhatian dan regulasi
diri murid.
Selain itu guru juga membutuhkan
keterampilan atau tekhnik selama mengajar.Beberapa sample kegiatan yang perlu
dilakukan guru adalah sebagai berikut :
a.
Merencanakan
dan mempersiapkan pengajaran
b.
Melanjutkan
interksi dengan siswa
c.
Melaksanakan
pengajaran
d.
Menggerakkan
siswa melalui kegiatan yang berbeda
e.
Mengembangakan
tata tertib
f.
Menciptakan
lingkungan untuk belajar (mendisiplinkan
siswa)
g.
Mengorganisasi
waktu dan materi pelajaran
h.
Membuat tes
dan melakukan penelitian
Ada 3 komponen yang pengelolaan kelas menurut definisi Edmund
dan emmer yaitu :
1)
Keterlibatan
siswa secara aktif,berhubungan dengan kegiatan mengajar dan pengelolaan kelas
2)
Sedikit
gangguan,tidak akan terjadi apabila guru konsisten dalam mengelola kelas
3)
Penggunaan
waktu belajar yang efisien akan memaksimalkan prosedur pelajaran dalam kelas
Adapun dimensi-dimensi pengelolaan kelas, adalah sebagai
berikut :
1)
Dimensi
pencegahan
Merupakan
tindakan guru untuk siswa dan peralatan atau format belajar mengajar yang
tepat.
2)
Dimensi
tindakan (action)
Merupakan
kegiatan yang dilakukan guru bila terjadi masalah pengelolaan kelas.
3)
Dimensi
penyembuhan
Merupakan
tindakan untuk membina kontrak social yang tidak lancar.
2. MASALAH –
MASALAH PENGELOLAAN KELAS
Ada beberapa gaya
pengelolaan kelas yang menjadikan kelas tidak efektif :
a) Gaya
manajement kelas otoritarian, merupakan gaya yang deskriptfi dan punitive.guru
otoriter sangat mengekang dan mengontrol murid serta tidak banyak melakukan
banyak percakapan sehingga murid cenderung pasif, tidak berinisiatif
beraktivitas dan memiliki keterampilan komunikasi yang yang buruk dalam
lingkungan social.
b) Gaya
manajemen kelas yang permisif, merupakan gaya yang memberi banyak otonomi
kepada murid, tetapi tidak ada memberikan dukungan untuk pengembangan keahlian
pembelajaran dan pengelolaan perilaku.
Adapun tingkah laku murid yang menjadi masalah dalam pengelolaan kelas
adalah sebagai berikut :
a) Tidak
perhatian, apatis dan menyendiri dari kegiatan kelas
b) Sangat
tergantung pada guru atau siswa lain terhadap suatu hal
c) Hubungan
dengan guru sangat jauh atau siswa tidak percaya kepada guru
d) Tidak
sabar dan rendah diri
e) Motivasi pribadi rendah
f) Jawaban-jawaban
yang tidak relevan dan banyak bicara
g) Pemusuhan,
pertentangan, perasaan dan perbuatan-perbuatan negative.
3. PENDEKATAN
PENGUBAHAN TINGKAH LAKU DALAM PENGELOLAAN KELAS
Dalam menghadapi perilaku yang menyebabkan masalah
pengelolaan kelas, harus diatasi dengan berbagai strategi manajeman,
diantaranya :
a)
Intervensi
minor
Penanganan yang dilakukan
untuk perilaku yang mengganggu aktivitas kelas dan proses belajar mengajar.
Strategi intervensi minor antara lain :
ê
Gunakan
isyarat non verbal
ê
Terus
lanjutkan aktivitas belajar
ê
Dekati
murid
ê
Arahkan
perilaku
ê
Beri
instruksi yang dibutuhkan
ê
Suruh murid
berhenti dengan nada tegas
ê
Beri murid
pilihan
b)
Intervensi
moderat
Penanganan yang dilakukan
untuk perilaku murid yang menyalahgunakan privilesenya, misalnya cabut dari
kelas, mengganggu pelajaran atau menggangu pekerjaan murid lain.
Strategi intervensi moderat
antara lain:
ê
Jangan
berikan aktivitas yang mereka inginkan
ê
Buat
perjanjian behavioral
ê
Pisahkan
atau keluarkan murid dari kelas
ê
Kenakan
hukuman atau sanksi
Wilford mengemukakan mengenai
pandangan-pandangan yang bersifat filosofis dan operasional dalam pengelolaan
kelas :
1)
pendekatan otoriter : siswa perlu
diawasi dan diatur;
2)
pendekatan intimidasi : mengawasi
siswa dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi;
3)
pendekatan permisif : memberikan kebebasan
kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang
dilakukan siswa;
4)
pendekatan resep masakan : mengikuti
dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditentukan, apa yang boleh dan apa
yang tidak;
5)
pendekatan pengajaran : guru menyusun
rencana pengajaran dengan tepat untuk menghindari permasalahan perilaku siswa
yang tidak diharapkan;
6)
pendekatan modifikasi perilaku :
mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa;
7)
pendekatan iklim sosio-emosional :
menjalin hubungan yang positif antara guru-siswa
8)
pendekatan sistem proses kelompok/dinamika
kelompok : meningkatkan dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan
produktif.
4.
PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL DALAM PENGELOLAAN KELAS
Dalam menggunakan waktu belajar yang efisien terdapat
upaya-upaya dalam menginplimentasikan pengelolaan kelas, dengan berpedoman pada
tiga pilar utama bagi pendidik dalam melaksankan tugas pembelajaran di kelas ;
1)
Penguasaan
materi pembelajaran
Kemampuan
penguasaan materi pelajaran merupakan kemampuan strategis yang harus dimiliki
seorang pendidik dalam mendukung proses pembelajran secara efektif dan efisien.
2)
Penyampaian
materi pelajaran
Kegiatan
pembelajan di kelas melalui enyampaian materi yang baik, dapat dilakukan oleh
seorang pendidik dengan mengelola proses pembelajaran sehingga siswa bisa
belajar dengan suasana kondusif dan menyenangkan.
3)
Berkepribadian
yang matang
Seorang
guru dalam mengelola proses pembelajaran siswa di kelas, di tuntut untuk
memiliki kepribadian yang matang dengan menaati dasar-dasar ilmu dan momentum
yang tepat.
Haim Ginott yang menulis teacher and child (1972)
meperhatikan konsep diri pada siswa yang memperhatikan kebutuhan guru untuk
mengomunikasikan kepada siswa secara manusiawi yang disingkat oleh C.M Charles
(1981) :
1)
Kirimkan
pesan guru secara bijaksana,tunjukan pada situasi,bukan pada sifat siswa
2)
Ekspresikan
kemarahan secara tepat (tanpa merendahkan siswa)
3)
Undangan
untuk bekerja sama (lebih dari pada menurut kerja sama)
4)
Menerima
dan mengakui perasaan siswa (lebih daripada mengabaikan atau menolak perasaan
mereka)
5)
Hindari
member label kepada siswa-ini adalah melumpuhkan
6)
Koreksi
siswa dengan mengarahkan mereka secara tepat
7)
Buatlah
singkat ketika mengoreksi siswa
8)
Sebagai
model untuk tingkah laku manusiawi
0 comments:
Post a Comment
silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!