INGATAN
Ingatan atau memori adalah
retensi (mempertahankan) informasi. Dalam mengingat
informasi terdapat pola yang
terstruktur, yaitu:
Keterangan ;
Enconding : proses memasukkan
informasi kedalam memori
Storage (Penyimpanan) : mempertahankan informasi dari waktu ke
waktu
Retrieval (Pengambilan) : mengambil memori dari tempat penyimpanan
teori
Secara teori – adanya tiga
aspek dalam berfungsinya ingatan, yaitu:
·
Mencamkan : menerima kesan-kesan
Menurut terjadinya, mencamkan itu
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
o Sekehendak,
artinya dengan sengaja mencamkan sesuatu. Biasa yang disebut dengan menghafal.
o Tidak
sekehendak, dalam menangkap/mencangkam informasi tertentu.
·
Menyimpan kesan-kesan
·
Memproduksi kesan-kesan
Atas dasar pernyataan
diatas, maka ingatan didefinifikan
sebagai kecakapan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan.
Ingatan yang baik
mempunyai sifat, yaitu:
Ø Ingatan
cepat, artinya mudah dalam mencamkan sesuatu hal tanpa sukar.
Ø Ingatan
luas, artinya dapat menyimpan banyak kesan-kesan
Ø Ingatan
setia, artinya apa yang telah diterima (dicamkan) akan disimpan baik-baiknya,
tak akan berubah-ubah. Jadi tetap cocok dengan keadaan waktu menerimanya
Ø Ingatan
teguh, artinya dapat menyimpan kesan dalam waktu yang lama, tidak mudah lupa
Ø Ingatan
siap, artinya mudah dalam memproduksikan kesan yang telah disimpan
Macam-macam
memori (ingatan)
Ø Memori
sensoris.
Berbicara sensoris berarti
kita mengandalkan pengindraan. Informasi
yang ada dalam bentuk sensoris aslinya hanya bertahan beberapa saat pada memori
sensoris. Jadi penting bagi individu
untuk memperhatikan informasi sensoris.
Ø Memori
jangka pendek.
= Sistem memori berkapasitas
terbatas,dimana informasi dipertahankan sekitar 30 detik. Kecuali, infomasi itu
diulang atau diproses lebih lanjut ( mencamkan sekehendak)
Ø Memori
jangka panjang
= tipe memori yang
menyimpan banyak informasi selama periode waktu yang lama secara relative
permanent.
Memori jangka panjang
terbagi atas beberapa bagian, bagian tersebut dibagi juga atas beberapa sub :
Keterangan:
·
Memori Deklaratif adalah rekoleksi
atau pengingat kembali informasi secara sadar. Seperti fakta spesifik atau
kejadian yang dapat dikomunikasikan secara verbal.
ü Memori
episodik adalah retensi informasi tentang dimana dan kapan terjadinya suatu
peristiwa salam hidup.
ü Memori
semantik adalah pengetahuan umum individu tentang dunia.
Memori ini mencakup
o Pengetahuan
tentang pelajaran disekolah
o Pengetahuan
tentang bidang keahlian yang berbeda (permainan catur dan pengetahuannya)
o Pengetahuan
sehari-hari tentang makna kata, orang terkenal, tempat-tempat penting dan
hal-hal umum.
·
Memori Prosedural adalah pengetahuan
nondeklaratif dalam bentuk keterampilan dan operasi kogntitif.
Memori prosedural tidak dapat secara sadar diingat kembali,
setidaknya dalam bentuk fakta atau kejadian spesifik. Ini membuat memori
prosedural menjadi sulit untuk dikomunikasikan.
Model tiga simpanan memori
Model tiga
simpanan memori. Konsep ini dikembangkan oleh Richard Atkinston dan Richard
Shiffrin (1968) yang melibatkan sekuensi tahap memori sensoris, memori jangka
pendek, dan memori jangka panjang.
Memori
sensoris Memori Jangka
Pendek Memori Jangka Panjang
Dalam model ini, input sensoris nasuk ke memori sensoris.
Melalui proses atensi (mengonsentrasikan dan mefokuskan sumber daya mental),
informasi pindah ke memori jangka pendek, dan berada disana selama 30 detik atau
kurang, kecuali diulang-ulang. Kemudian, informasi masuk ke penyimpanan memori
jangka panjang; dari sini informasi dapat diambil kembali.
PROSES
TERJADINYA LUPA DALAM BELAJAR
Dari pengalaman
sehari-hari, kita memiliki kesan seakan-akan apa yang kita alami dan pelajari
tidak seluruhnya tersimpan dalam akal kita. Padahal, menurut teori
kognitif apapun yang kita alami dan kita pelajari, kalau memang sistem akal
kita mengolahnya dengan cara yang memadai, semuanya akan tersimpan dalam
subsistem akal permanent kita.
Lupa (forgetting) adalah hilangnya kemampuan untuk menyebut atau
memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari, atau dalam
istilah lain disebut dengan cue-dependent forgetting. Cue-dependent forgetting adalah kegagalan dalam mengambil kembali informasi karena kurangnya petunjuk
pengambilan yang efektif
(Nadine,2000).
Misalkan, ketika seorang
siswa pada hari itu terdapat dua pelajaran yang akan diujiankan, yaitu ujian
sejarah dan bahasa Inggris. Ketika ujian sejarahnya selesai dan hendak memulai
ujian bahasa Inggrisnya, maka infomasi tentang sejarah akan mencampuri ingatan
tentang bahasa Inggris. Sehingga dalam pengambilan kembali informasi tentang
bahasa Inggris mengalami pengendapan (pengambilan informasi kurang efektif).
Lain lagi dengan Gulo (1982) dan Reber (1988), mereka mendefinisikan lupa sebagai ketidak mampuan mengenal atau mengingat
sesuatu yang pernah dipelajari atau dipahami. Dengan demikian, lupa bukanlah peristiwa
hilangnya item informasi dari pengetahuan akal kita.
Faktor-faktor
penyebab lupa
a)
Pertama, lupa dapat terjadi karena
gangguan konflik antara item-item informasi atau materi yang ada dalam sistem
memori .
Dalam interfence theory /Teori
interferensi ( sebuah teori yang
menyatakan bahwa manusia lupa bukan karena kehilangan memori tetapi
karena informasi lainnya
menghalangi hal yang ingin diingati), gangguan konflik ini terbagi menjadi dua
macam,yaitu ;
·
Proactive interference; terjadi ketika informasi yang dipelajari sebelumnya mengganggu
pengingatan kembali suatu hal yang dipelajari kemudian. Ini dapat menjadi
bermasalah ketika informasi yang baru tidak dapat digunakan dengan benar akibat
diganggu informasi lama
·
Retroactive interference ; terjadi ketika informasi yang baru dipelajari mengganggu
pengingatan/pemanggilan memori yang lama.
b)
Kedua, lupa- dapat terjadi karna adanya tekanan pada item yang telah
ada, baik sengaja ataupun tidak.
Penekanan ini terjadi
karena ada beberapa kemungkinan
·
Karena item informasi (berupa
pengetahuan, tanggapan, kesan dsb) yang
diterima siswa kurang menyenangkan, sehingga ia dengan sengaja menekannya hingga
ke alam ketidaksadarannya.
·
Karena fenomena retroactive
·
Karena Informasi yang diperoleh tidak
dimunculkan lagi cukup dalam waktu lama
c)
Ketiga, lupa- dapat terjadi pada
perubahan situasi lingkungan antara waktu belajar dengan proses mengingat
kembali.
d)
Keempat, lupa- dapat terjadi karena
perubahan sikap dan minat terhadap proses dan situasi belajar tertentu.
e)
Kelima, lupa- dapat terjadi karena
informasi yang diperoleh tidak digunakan lagi.
f)
Keenam, lupa- karena gangguan syaraf.
g)
Ketujuh, lupa- dikarenakan item informasi
yang diterima rusak sebelum masuk ke memori permanen.
KEJENUHAN DALAM BELAJAR
Secara harafiah, arti
kejenuhan adalah padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun.
Selain itu, jenuh juga dapat berarti jemu atau bosan.
Kejenuhan belajar adalah rentang waktu tertentu yang digunakan untuk
belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil (Reber,1988).
Seseorang yang sedang
dalam keadaan jenuh sistem akalnya tak dapat bekerja sebagaimana yang
diharapkan dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru, sehingga
kemajuan belajarnya tersendat.
Faktor penyebab
a)
Kejenuhan belajar dapat melanda siswa
apabila ia kehilangan motivasi dan kehilangan konsolidasi salah satu tingkat keterampilan
tertentu sebelum siswa tertentu sampai pada tingkat keterampilan berikutnya
(Chaplin,1972).
b)
Selain itu kejenuhan belajar juga
dapat terjadi karena proses belajar siswa yang telah sampai pada batas
kemampuan jasmaniah, seperti :
§ Bosan
(boring)
§ Keletihan
Keletihan siswa dapat
dikelompokkan atas 3, yaitu ;
ü keletihan
indra
ü Keletihan
fisik
ü Keletihan
mental
4 faktor yang menyebabkan
siswa keletihan mental
o Karena
kecemasan siswa terhadap dampak negatif
yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri
o Karena
kecemasan siswa terhadap standar keberhasilan bidang pelajaran tertentu apalagi
merasa bosan kepada bidang tsb
o Karena
siswa berada ditengah-tengah situasi kompetitif yang ketat dan menuntut lebih
banyak kerja intelek yang berat
o Karena
siswa mempercayai konsep kinerja akedemik yang optimum, sedangkan dia sendiri
menilai belajarnya hanya berdasarkan ketentuan yang dibuatnya sendiri
(self-imposed)
TRANSFER DALAM BELAJAR
Transfer belajar (transfer
of learning) mengandung arti pemindahan keterampilan hasil belajar dari
satu sitausi ke situasi lainnya (Reber 1988)
Pembagian transfer dalam
belajar
a)
Menurut theory of Identical Element
o Transfer
positif
Transfer positif terjadi
(biasanya) karena adanya kesamaan elemen antara materi yang lama dengan materi
yang baru.
Contoh: orang yang sudah
bisa naik sepeda maka ia akan lebih mudah
belajar naik sepeda motor
o Transrer
negatif
Kebalikan dari transfer
positif, karna adanya perbedaan dari materi lama.
Contoh: siswa yang
terbiasa mengetik dengan 2 jari akan susah dalam 10 jari.
b)
Menurut Gagne (dibaca : gaenye)
transfer belajar dapat digolongkan ke
dalam empat kategori
§ Transfer
positif, efeknya bagus terhadap pembelajaran sebelumnya
§ Transfer
negatif, berefek buruk yang akibatnya merusak keterampilan sebelumnya.
§ Transfer
vertikal, berefek baik terhadap kegiatan belajar yang lebih tinggi
§ Transfer
lateral, berefek baik terhadap kegiatan
belajar yang sederajat (pengaplikasian teori)
DAFTAR
PUSTAKA
Santrock,
John W.2008. Psikologi Pendidikan. Alih Bahasa Tri Wibowo. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Suryabrata,
Sumardi. 2001. Psikologi Pendidikan. Jakarta:
Raja Garfindo Persada
Syah,
Muhibbin. 2000. Psikologi



2 comments:
makasih informasinya kerana telah membantu saya dalam menyelesaikan tugas saya. thanks
yup sama-sama..
terima kasih sudah berkunjung... :)
Post a Comment
silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!