PROSES KOGNITIF KOMPLEKS DALAM BELAJAR
- PEMAHAMAN KONSEP
Pemahaman konseptual adalah kunci dari
pembelajaran. Konsep adalah kategori – kategori yang mengelompokkan objek,
kejadian, dan karakteristik berdasarkan property umum ( Zacks & tversky
2001 ). Konsep adalah elemen dari kognisi yang membantu menyederhanakan dan
meringkass informasi ( Hahn & Ramscar, 2001 ; Medin, 2000 ).
Beberapa konsep relatif sederhana, jelas,
dan konkret, sedangkan ada konsep lain yang lebih kompleks, membingungkan dan
abstrak ( Barsalou, 2000 ). Konsep sederhana lebih mudah disepakati.
·
Mempromosikan
pembentukan konsep
Mengenali dan membentuk konsep yang efektif
memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1. Mempelajari ciri – ciri konsep
2. Mendefenisikan konsep dan memberi contoh
Strategi ini terdiri dari
empat langkah, yaitu :
a. Mendefenisikan konsep
b. Menjelaskan istilah – istilah dalam
defenisi koonsep
c. Memberi contoh untuk mengilustrasikan ciri
utamanya
d. Memberi contoh tambahan
3. Peta konsep
Peta konsep adalah presentasi visual dari
koneksi konsep dan organisasi hirarki konsep.
4. Menguji hipotesis
Hipotesis adalah asumsi spesifik dan
prediksi tertentu yang dapat diuji untuk menentukan kebenarannya.
5. Penyesuaian prototype
Adalah proses di mana individu memutuskan
apakah suatu item termasuk anggota dari suatu kategori dengan membandingkannya
dengan item paling khas dari kategori itu.
- BERPIKIR
Plato beranggapan bahwa berpikir itu adalah
berbicara dalam hati. Sehubungan dengan pendapat Plato ini adalah pendapat yang
mengatakan bahwa berpikir itu adalah aktivitas ideasional.
Berpikir adalah memanipulasi atau mengelola
dan mentransformasi informasi dalam memori.
Ini sering kali dilakukan untuk membentuk
konsep, bernalar dan berpikir secara kritis, membuat keputusan, berpikir
kreatif, dan memecahkan masalah.
Penalaran
Penalaran adalah pemikiran logis yang
menggunakan logika induksi dan deduksi untuk menghasilkan kesimpulan.
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran dari
hal – hal yang spesifik ke umum. Penalaran induktif adalah dasar untuk analogi.
Analogi adalah hubungan ( korespondensi )
kemiripan dalam beberapa hal di antara hal – hal yang berbeda. Analogi dapat
dipakai untuk meningkatkan pemahaman atas konsep baru dengan membandingkannya
dengan konsep yang sudah dipelajari.
Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah
penalaran dari umum ke spesifik.
Pemikiran Kritis
Pemikiran kritis adalah
pemikiran reflektif dan produktif, dan melibatkan evaluasi bukti.
Beberapa keterampilan
berpikir kritis untuk membentu perkembangan, yaitu :
1. Berpikir terbuka
2. Rasa ingin tahu intelektual
3. Perencanaan dan strategi
4. Kehati – hatian intelektual
Pembuatan keputusan
Pembuatan keputusan adalah
pemikiran di mana individu mengevaluasi berbagai pilihan dan memutuskan pilihan
dari sekian banyak pilihan tersebut.
Kesalahan yang biasa terjadi dipengaruhi
oleh bias konfirmasi, kekerasan keyakinan lama, bias terlalu percaya diri, bias
terlalu percaya diri, bias hindsight, serta ketersediaan dan keterwakilan
heuristik.
Pemikiran kreatif
Kreativitas adalah kemampuan berpikir
tentang sesuatu dengan cara baru dan tidak biasa dan menghasilkan solusi yang
unik atas suatu problem.
Pemikiran kreatif dibbedakan menjadi dua,
yaitu :
·
Pemikiran
konvergen, adalah pemikiran yang bertujuan menghasilkan satu jawaban benar dan
merupakan karakteristik dari jenis pemikiran yang dibutuhkan pada tes
kecerdasan konvensional.
·
Pemikiran
divergen, adalah pemikiran yang bertujuan menghasilkan banyak jawaban untuk
satu pertanyaan dan merupakan karakteristik dari kreativitas.
Pengajaran dan Kreativitas
a. Mengembangkan Brainstorming
Brainstorming adalah teknik di mana orang –
orang dalam sebuah kelompok didorong untuk menghasilkan ide kreatif, saling
bertukar gagasan, dan mengatakan apa saja yang ada di pikiran mereka yang
tampaknya relevan dengan isu tertentu ( Rickards, 1999 ; Sternberg &
Lubart, 1995 ).
b. Menyediakan Lingkungan yang Memicu
Kreativitas
c. Tidak terlalu mengatur
d. Mendorong motivasi internal
e. Mendorong pemikiran yang fleksibel dan main
– main
f. Memperkenalkan dengan orang – orang kreatif
- PEMECAHAN PROBLEM
Pemecahan problem adalah mencari cara yang
tepat untuk mencapai suatu tujuan. Langkah – langkah dalam pemecahan problem,
yaitu :
a. Mencari dan memahami problem
b. Menyusun strategi pemecahan problem yang
baik
Menentukan subtujuan ( subgoaling ) adalah
proses menentukan tujuan intermediate (perantara) yang membuat murid dapat
berada dalam posisi yang lebih baik untuk mencapai tujuan atau solusi final.
Algoritma adalah strategi yang menjamin
solusi atas satu persoalan. Bentuk algoritma berbeda – beda, seperti formula,
instruksi, dan mencoba semua kemungkinan solusi.
Analisis – cara tujuan adalah sebuah
heuristik di mana seseorang mengidentitifikasi tujuan dari suatu problem,
menilai situasi yang ada sekarang, dan mengevaluasi apa – apa yang dibutuhkan (
cara ) untuk mengurangi perbedaan antara dua kondisi tersebut.
c. Mengeksplorasi solusi
d. Memikirkan dan mendefenisikan kembali
problem dan solusi dari waktu ke waktu
Rintangan dalam memecahkan
problem
Beberapa rintangan dalam
pemecahan problem adalah :
a. Fiksasi
Fiksasi adalah menggunakan strategi
sebelumnya dan gagal untuk melihat problem dari sudut pandang yang baru yang
segar. Mental set adalah tipe fiksasi di mana individu berusaha memecahkan
masalah dengan cara khusus yang berhasil di masa lalu.
b. Kekurangan motivasi dan persistensi
c. Kontrol emosional yang tidak memadai
Pembelajaran Berbasis Problem
Pembelajaran berbasis problem adalah
pembelajaran yang lebih menekankan pada pemecahan problem autentik seperti
problem yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari.
DAFTAR PUSTAKA
SANTROCK, JHON W.
2008. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. ALIH BAHASA TRI WIBOWO. JAKARTA: KENCANA PRENADA
MEDIA GROUP.
SUMADI SURYABRATA.
2004. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. YOGYAKARTA: RAJAWALI PERS.
SRI ESTI WURYANI
DJIWANDORO. 2000. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. JAKARTA: GRAMEDIA WIDIASARANA
INDONESIA.
0 comments:
Post a Comment
silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!