Wednesday, February 20, 2013

proses kognitif kompleks dalam belajar


PROSES KOGNITIF KOMPLEKS DALAM BELAJAR

  1. PEMAHAMAN KONSEP
Pemahaman konseptual adalah kunci dari pembelajaran. Konsep adalah kategori – kategori yang mengelompokkan objek, kejadian, dan karakteristik berdasarkan property umum ( Zacks & tversky 2001 ). Konsep adalah elemen dari kognisi yang membantu menyederhanakan dan meringkass informasi ( Hahn & Ramscar, 2001 ; Medin, 2000 ).
Beberapa konsep relatif sederhana, jelas, dan konkret, sedangkan ada konsep lain yang lebih kompleks, membingungkan dan abstrak ( Barsalou, 2000 ). Konsep sederhana lebih mudah disepakati.

·         Mempromosikan pembentukan konsep
Mengenali dan membentuk konsep yang efektif memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
1.      Mempelajari ciri – ciri konsep
2.      Mendefenisikan konsep dan memberi contoh
Strategi ini terdiri dari empat langkah, yaitu :
a.       Mendefenisikan konsep
b.      Menjelaskan istilah – istilah dalam defenisi koonsep
c.       Memberi contoh untuk mengilustrasikan ciri utamanya
d.      Memberi contoh tambahan
                                                                                              
3.      Peta konsep
Peta konsep adalah presentasi visual dari koneksi konsep dan organisasi hirarki konsep.
4.      Menguji hipotesis
Hipotesis adalah asumsi spesifik dan prediksi tertentu yang dapat diuji untuk menentukan kebenarannya.
5.      Penyesuaian prototype
Adalah proses di mana individu memutuskan apakah suatu item termasuk anggota dari suatu kategori dengan membandingkannya dengan item paling khas dari kategori itu.


  1. BERPIKIR
Plato beranggapan bahwa berpikir itu adalah berbicara dalam hati. Sehubungan dengan pendapat Plato ini adalah pendapat yang mengatakan bahwa berpikir itu adalah aktivitas ideasional.
Berpikir adalah memanipulasi atau mengelola dan mentransformasi informasi dalam memori.
Ini sering kali dilakukan untuk membentuk konsep, bernalar dan berpikir secara kritis, membuat keputusan, berpikir kreatif, dan memecahkan masalah.

Penalaran
Penalaran adalah pemikiran logis yang menggunakan logika induksi dan deduksi untuk menghasilkan kesimpulan.

            Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran dari hal – hal yang spesifik ke umum. Penalaran induktif adalah dasar untuk analogi.
Analogi adalah hubungan ( korespondensi ) kemiripan dalam beberapa hal di antara hal – hal yang berbeda. Analogi dapat dipakai untuk meningkatkan pemahaman atas konsep baru dengan membandingkannya dengan konsep yang sudah dipelajari.

Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah penalaran dari umum ke spesifik.

Pemikiran Kritis
Pemikiran kritis adalah pemikiran reflektif dan produktif, dan melibatkan evaluasi bukti.
Beberapa keterampilan berpikir kritis untuk membentu perkembangan, yaitu :
1.      Berpikir terbuka
2.      Rasa ingin tahu intelektual
3.      Perencanaan dan strategi
4.      Kehati – hatian intelektual

Pembuatan keputusan
Pembuatan keputusan adalah pemikiran di mana individu mengevaluasi berbagai pilihan dan memutuskan pilihan dari sekian banyak pilihan tersebut.
Kesalahan yang biasa terjadi dipengaruhi oleh bias konfirmasi, kekerasan keyakinan lama, bias terlalu percaya diri, bias terlalu percaya diri, bias hindsight, serta ketersediaan dan keterwakilan heuristik.

Pemikiran kreatif
Kreativitas adalah kemampuan berpikir tentang sesuatu dengan cara baru dan tidak biasa dan menghasilkan solusi yang unik atas suatu problem.
Pemikiran kreatif dibbedakan menjadi dua, yaitu :
·         Pemikiran konvergen, adalah pemikiran yang bertujuan menghasilkan satu jawaban benar dan merupakan karakteristik dari jenis pemikiran yang dibutuhkan pada tes kecerdasan konvensional.
·         Pemikiran divergen, adalah pemikiran yang bertujuan menghasilkan banyak jawaban untuk satu pertanyaan dan merupakan karakteristik dari kreativitas.

Pengajaran dan Kreativitas
a.       Mengembangkan Brainstorming
Brainstorming adalah teknik di mana orang – orang dalam sebuah kelompok didorong untuk menghasilkan ide kreatif, saling bertukar gagasan, dan mengatakan apa saja yang ada di pikiran mereka yang tampaknya relevan dengan isu tertentu ( Rickards, 1999 ; Sternberg & Lubart, 1995 ).
b.      Menyediakan Lingkungan yang Memicu Kreativitas
c.       Tidak terlalu mengatur
d.      Mendorong motivasi internal
e.       Mendorong pemikiran yang fleksibel dan main – main
f.       Memperkenalkan dengan orang – orang kreatif

  1. PEMECAHAN PROBLEM
Pemecahan problem adalah mencari cara yang tepat untuk mencapai suatu tujuan. Langkah – langkah dalam pemecahan problem, yaitu :
a.       Mencari dan memahami problem
b.      Menyusun strategi pemecahan problem yang baik
Menentukan subtujuan ( subgoaling ) adalah proses menentukan tujuan intermediate (perantara) yang membuat murid dapat berada dalam posisi yang lebih baik untuk mencapai tujuan atau solusi final.
Algoritma adalah strategi yang menjamin solusi atas satu persoalan. Bentuk algoritma berbeda – beda, seperti formula, instruksi, dan mencoba semua kemungkinan solusi.
Analisis – cara tujuan adalah sebuah heuristik di mana seseorang mengidentitifikasi tujuan dari suatu problem, menilai situasi yang ada sekarang, dan mengevaluasi apa – apa yang dibutuhkan ( cara ) untuk mengurangi perbedaan antara dua kondisi tersebut.
c.       Mengeksplorasi solusi
d.      Memikirkan dan mendefenisikan kembali problem dan solusi dari waktu ke waktu
                                                                                                
Rintangan dalam memecahkan problem
Beberapa rintangan dalam pemecahan problem adalah :
a.       Fiksasi
Fiksasi adalah menggunakan strategi sebelumnya dan gagal untuk melihat problem dari sudut pandang yang baru yang segar. Mental set adalah tipe fiksasi di mana individu berusaha memecahkan masalah dengan cara khusus yang berhasil di masa lalu.
b.      Kekurangan motivasi dan persistensi
c.       Kontrol emosional yang tidak memadai

Pembelajaran Berbasis Problem
Pembelajaran berbasis problem adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada pemecahan problem autentik seperti problem yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari.

DAFTAR PUSTAKA


SANTROCK, JHON W. 2008. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. ALIH BAHASA TRI WIBOWO. JAKARTA: KENCANA PRENADA MEDIA GROUP.

SUMADI SURYABRATA. 2004. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. YOGYAKARTA: RAJAWALI PERS.

SRI ESTI WURYANI DJIWANDORO. 2000. PSIKOLOGI PENDIDIKAN. JAKARTA: GRAMEDIA WIDIASARANA INDONESIA.
 

0 comments:

Post a Comment

silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sandri Andeski - All Rights Reserved