Saturday, October 13, 2012

teori faktorial cattell

     teori faktorial adalah satu sistem kepribadian yang didasarkan pada identifikasi terhadap ciri - ciri atau sifat - sifat pribadi dan pengukurannya melalui analisis faktorial. Cattell mendefenisikan kepribadian berkenaan dengan "segala yang memungkinkan diperolehnya suatu ramalan ,engenai perbuatan apa yang akan dilakukan seseorang dalam situasi tertentu". ia yakin bahwa ramalan itu paling baik diperoleh lewat identifikasi dan pengukuran, dengan tes-tes objektif dan skala nilai, yaitu nilai dari sifat-sifat tadi yang ada pada sumber pola-pola tingkah laku yang kemudian menyusun kepribadian seseorang.
     tes, kuesioner, dan skala nilai biasa, serta alat pengukur lainnya itu bisa mengukur apa yang disebut Cattell sebagai sifat-sifat lahiriah. hanya apabila hasil dari sejumlah besar skala sampling dari tes sifat-sifat lahiriah tadi bisa tunduk pada aturan analisis faktor, maka dengan hasil tersebut psikolog akan sampai pada sidat-sifat sumber atau sifat-sifat azalinya (source trait). dalam studi semacam ini sifat lahiriah diungkapkan sevagai kelompok korelasi, yaitu kelompok-kelompok tes yang memperlihatkan korelasi tinggi antara satu dengan yang lainnya, dan punya korelasi yang relatif rendah dengan kelompok lainnya. sifat azali itu berupa muatan-muatan faktor yang relatif bebas, yang dapat diidentifikasikan dalam sejumlah studi sebagai cara-cara bertingkah laku. diantara sifat azali ini yang berulang kali telah diverifikasikan adalah:
  1. sizothymia VS affectothymia
  2. bakat kemampuan mental umum VS kerusakan mental
  3. stabilitas emosional VS ketidakstabilan emosi
  4. dominasi VS ketundukan
beberapa sifat seperti sizotimia-afektotimia merupakan sifat konstitusional yaitu dapat ditelusuri pada pengaruh hereditas (keturunan). yang lainnya ditentukan oleh pengaruh lingkungan, misalnya konservatisme-radikalisme. beberapa sifat merupakan dinamika, dan yang lain berupa kemampuan atau sifat kapasitas.
     selanjutnya kepribadian dicirkan oleh beroperasinya ergon-ergon (kesatuan karya atau energi), atau disposisi pembawaan untuk mereaksi terhadap objek tertentu sampai tercapainya suatu tujuan. meta ergon sama dengan ergon,  bedanya meta ergon ditentukan oleh lingkungan, dan kurang ditentukan oleh sifat keturunan. metaergon yang paling penting adalah sentimen atau sikap dinamis.
     Cattell banyak meminjam pengertian psikoanalisa untuk mengembangkan teorinya mengenai perkembangan dan pertumbuhan kepribadian. individu itu harus belajar meuaskan ergonnya, dan dengan melakukan ini dengan sukses dia kan mengembangkan cara-cara yang karakteristik dari tingkah lakunya. kelalaian , hambatan, dan frustasi merupakan persimpangan jalan penting yang harus dilalui individu dan belajar mengatasinya. masa adolesensi merupakan periode, dan selama periode ini tuntutan paling besar dikenakan pada individu, agar ia belajar memecahkan permasalahannya. kedewasaan merupakan usaha belajar menghadapi kepentingan sosial sebagai pengganti kepentingan keluarga dan individual. peramalan mengenai kepribadian seseorang harus mengingat akan hubungan sosial dan institusionalnnya dalam mana individu berkembang.
     baru-baru ini Cattell telah memperluas teori kepribadiannya sampai kedaerah pola-pola neurotik dari kepribadian, dalam usaha mempersatukan penemuan analisis faktornya dengan penemuan klinis, untuk memungkinkan diperolehnya deskripsi yang lebih eksak mengenai data klinis tersebut. studi tersebut menghasilkan pengidentifikasian sifat dan ciri baru serta teknik pengukuran, yang terbukti berguna bagi pengukuran kecemasan dan reaksi neurotik.

0 comments:

Post a Comment

silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sandri Andeski - All Rights Reserved