Thursday, March 14, 2013

pengelolaan kelas

Pengelolaan kelas merupakan masalah tingkah laku yang komplek,dan guru atau dosen harus mampu menciptakan kondisi kelas yang sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan baik dan bermutu.Salah satu indictor yang menyatakan bahwa guru atau pendidik yang professional adalah memiliki kemampuan mengelola kelas,yaitu menyediakan suasana yang kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan kondusif.
Apabila belum kondusif maka seorang pendidik harus berupaya seoptimal mungkin untuk menguasai,mengatur dan membenahi serta menciptakan kondisi kelas yang kondusif sehingga pembelajaran dapat berjalan secara optimal
PERSPEKTIF PENGELOLAAN KELAS
a)      PERSPEKTIF SEJARAH
Menurut Arthur C. (1990) ALAM BUKU The Management of a City School, mengidentifikasikan sejumlah sifat-sifat dan keterampilan mengelola kelas yang sebaiknya dimiliki guru yang efektif.
Berikut ini adalah sifat-sifat guru yang diharapkan siswa :
ê  Sikap tenang
ê  Teguh dan tegas
ê  Rajin dan kuat
ê  Gembira
ê  Simpati
ê  Hangat
ê  Waspada
ê  Terbuka dan adil
ê  Sikap terhadap kesalahan
ê  Aturan, system, dan kerapian
ê  Kompeten
ê  Kesarjanaan
b)      PERSPEKTIF PSIKOLOGIS
Dua teori psikologis yang paling umum menurut teori Skinner dan Rogers, yaitu reinforcement dan reward. Reinforcement merupakan suatu respon yang diberikan oleh guru dalam mencegah tingkah laku yang tidak tepat. Dan reward merupakan sebuah hadiah yang diberikan guru kepada murid apabila melakukan tingkah laku yang tepat, reward dapat berupa pujian atau hadiah nyata.
Selain reinforcement dan reward, guru mempunyai hak untuk  memberikan konsekuensi untuk tingkah laku siswa yang tidak tepat, misalnya teguran secara verbal, menambah pekerjaan rumah, penahanan untuk beberapa waktu atau hukuman fisik.
Rogers memiliki pandangan pada konsep diri (self konsep) siswa dan pemberian arti pengalaman belajar, dimana guru menetapkan disiplin diri pada siswa yang hasilnya lebih baik dari pada memodifikasi atau mengontrol tingkah laku melalui hukuman atau yang lain.

1.     PENTINGNYA PENGELOLAAN KELAS
Mengelola kelas adalah suatu keterampilan yang memungkinkan guru mengajar dan siswa belajar.Tanpa pengelolaan dan pengaturan yang efektif, maka proses belajar terganggu,dan guru kembali menertibkan atau menyela siswa yang mengganggu selama pengajaran
Ada beberapa pandangan para pakar yang melaporkan perubahan dalam pemikiran tentang cara terbaik dalam pengelolaan kelas :
a.      Pandangan lama menekankan pada penciptaan dan pengaplikasian aturan untuk mengontrol tindak tanduk murid
b.      Pandangan baru memfokuskan pada kebutuhan murid untuk mengembangkan hubungan dan kesempatan untuk menata diri (kennedy, dkk.,2001)
c.       Trend baru lebih menekankan pada pembimbingan murid untuk menjadi lebih disiplin dan tidak terlalu menekankan pada control eksternal murid
Dan pada saat ini mode manajemen kelas lebih menekankan pada perhatian dan regulasi diri murid.
Selain itu guru juga membutuhkan keterampilan atau tekhnik selama mengajar.Beberapa sample kegiatan yang perlu dilakukan guru adalah sebagai berikut :
a.      Merencanakan dan mempersiapkan pengajaran
b.      Melanjutkan interksi dengan siswa
c.       Melaksanakan pengajaran
d.      Menggerakkan siswa melalui kegiatan yang berbeda
e.      Mengembangakan tata tertib
f.        Menciptakan lingkungan untuk belajar  (mendisiplinkan siswa)
g.      Mengorganisasi waktu dan materi pelajaran
h.      Membuat tes dan melakukan penelitian

Ada 3 komponen yang pengelolaan kelas menurut definisi Edmund dan emmer yaitu :
1)      Keterlibatan siswa secara aktif,berhubungan dengan kegiatan mengajar dan pengelolaan kelas
2)      Sedikit gangguan,tidak akan terjadi apabila guru konsisten dalam mengelola kelas
3)      Penggunaan waktu belajar yang efisien akan memaksimalkan prosedur pelajaran dalam kelas
Adapun dimensi-dimensi pengelolaan kelas, adalah sebagai berikut :
1)      Dimensi pencegahan
Merupakan tindakan guru untuk siswa dan peralatan atau format belajar mengajar yang tepat.
2)      Dimensi tindakan (action)
Merupakan kegiatan yang dilakukan guru bila terjadi masalah pengelolaan kelas.
3)      Dimensi penyembuhan
Merupakan tindakan untuk membina kontrak social yang tidak lancar.
2.     MASALAH – MASALAH PENGELOLAAN KELAS
Ada beberapa gaya pengelolaan kelas yang menjadikan kelas tidak efektif :
a)      Gaya manajement kelas otoritarian, merupakan gaya yang deskriptfi dan punitive.guru otoriter sangat mengekang dan mengontrol murid serta tidak banyak melakukan banyak percakapan sehingga murid cenderung pasif, tidak berinisiatif beraktivitas dan memiliki keterampilan komunikasi yang yang buruk dalam lingkungan social.
b)      Gaya manajemen kelas yang permisif, merupakan gaya yang memberi banyak otonomi kepada murid, tetapi tidak ada memberikan dukungan untuk pengembangan keahlian pembelajaran dan pengelolaan perilaku.
Adapun tingkah laku murid yang menjadi masalah dalam pengelolaan kelas adalah sebagai berikut :
a)      Tidak perhatian, apatis dan menyendiri dari kegiatan kelas
b)      Sangat tergantung pada guru atau siswa lain terhadap suatu hal
c)      Hubungan dengan guru sangat jauh atau siswa tidak percaya kepada guru
d)      Tidak sabar dan rendah diri
e)      Motivasi pribadi rendah
f)       Jawaban-jawaban yang tidak relevan dan banyak bicara
g)      Pemusuhan, pertentangan, perasaan dan perbuatan-perbuatan negative.


3.     PENDEKATAN PENGUBAHAN TINGKAH LAKU DALAM PENGELOLAAN KELAS
Dalam menghadapi perilaku yang menyebabkan masalah pengelolaan kelas, harus diatasi dengan berbagai strategi manajeman, diantaranya :
a)      Intervensi minor
Penanganan yang dilakukan untuk perilaku yang mengganggu aktivitas kelas dan proses belajar mengajar. Strategi intervensi minor antara lain :
ê  Gunakan isyarat non verbal
ê  Terus lanjutkan aktivitas belajar
ê  Dekati murid
ê  Arahkan perilaku
ê  Beri instruksi yang dibutuhkan
ê  Suruh murid berhenti dengan nada tegas
ê  Beri murid pilihan

b)      Intervensi moderat
Penanganan yang dilakukan untuk perilaku murid yang menyalahgunakan privilesenya, misalnya cabut dari kelas, mengganggu pelajaran atau menggangu pekerjaan murid lain.
Strategi intervensi moderat antara lain:
ê  Jangan berikan aktivitas yang mereka inginkan
ê  Buat perjanjian behavioral
ê  Pisahkan atau keluarkan murid dari kelas
ê  Kenakan hukuman atau sanksi

Wilford mengemukakan mengenai pandangan-pandangan yang bersifat filosofis dan operasional dalam pengelolaan kelas :
1)      pendekatan otoriter : siswa perlu diawasi dan diatur;
2)      pendekatan intimidasi : mengawasi siswa dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi;
3)       pendekatan permisif : memberikan kebebasan kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa;
4)      pendekatan resep masakan : mengikuti dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditentukan, apa yang boleh dan apa yang tidak;
5)      pendekatan pengajaran : guru menyusun rencana pengajaran dengan tepat untuk menghindari permasalahan perilaku siswa yang tidak diharapkan;
6)      pendekatan modifikasi perilaku : mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa;
7)      pendekatan iklim sosio-emosional : menjalin hubungan yang positif antara guru-siswa
8)      pendekatan sistem proses kelompok/dinamika kelompok : meningkatkan dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan produktif.

4.     PENDEKATAN SOSIO-EMOSIONAL DALAM PENGELOLAAN KELAS
Dalam menggunakan waktu belajar yang efisien terdapat upaya-upaya dalam menginplimentasikan pengelolaan kelas, dengan berpedoman pada tiga pilar utama bagi pendidik dalam melaksankan tugas pembelajaran di kelas ;
1)      Penguasaan materi pembelajaran
Kemampuan penguasaan materi pelajaran merupakan kemampuan strategis yang harus dimiliki seorang pendidik dalam mendukung proses pembelajran secara efektif dan efisien.
2)      Penyampaian materi pelajaran
Kegiatan pembelajan di kelas melalui enyampaian materi yang baik, dapat dilakukan oleh seorang pendidik dengan mengelola proses pembelajaran sehingga siswa bisa belajar dengan suasana kondusif dan menyenangkan.
3)      Berkepribadian yang matang
Seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran siswa di kelas, di tuntut untuk memiliki kepribadian yang matang dengan menaati dasar-dasar ilmu dan momentum yang tepat.
Haim Ginott yang menulis teacher and child (1972) meperhatikan konsep diri pada siswa yang memperhatikan kebutuhan guru untuk mengomunikasikan kepada siswa secara manusiawi yang disingkat oleh C.M Charles (1981) :
1)      Kirimkan pesan guru secara bijaksana,tunjukan pada situasi,bukan pada sifat siswa
2)      Ekspresikan kemarahan secara tepat (tanpa merendahkan siswa)
3)      Undangan untuk bekerja sama (lebih dari pada menurut kerja sama)
4)      Menerima dan mengakui perasaan siswa (lebih daripada mengabaikan atau menolak perasaan mereka)
5)      Hindari member label kepada siswa-ini adalah melumpuhkan
6)      Koreksi siswa dengan mengarahkan mereka secara tepat
7)      Buatlah singkat ketika mengoreksi siswa
8)      Sebagai model untuk tingkah laku manusiawi

0 comments:

Post a Comment

silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sandri Andeski - All Rights Reserved