Monday, December 17, 2012

pelanggaran kode etik menurut beberapa psikolog di sumatera barat

dari hasil wawancara yang kami lakukan bersama terhadap beberapa psikolog mengenai contoh- contoh pelanggaran kode etik, didapatkan beberapa temuan pelanggaran yang pernah terjadi di sumatera barat. kami membaginya kedalam 3 kategori :

1. ringan
  •  tidak ada psikolog yang mendefenisikan contoh pelanggaran kode etik ringan

2.sedang
  • Ada laporan dari tetangga, bahwa ada salah satu biro yang melakukan tes IQ dan bakat kepada anak TK, sebagai psikotest untuk masuk sekolah ( Minarti Srimulyanti, S.Psi, M.psi, Psi )
  • Sarjana Psikologi melakukan perkuliahan Psikodignostik dan itu tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan ( Rashida Anggun Intan, S.Psi, M.psi, Psi )
  • Mengajarkkan Psikodiagnostik dalam waktu 3 bulan ( Radhiatun Mardiah, M.Psi.,Psi )
  • Yang bukan berprofesi Psikolog memberikan praktek Psikologi dan melakukan tes psikologi namun tidak bersifat kelanjutan yang berarti hanya mengejar keuntungan materi saja ( Zera Mendoza , M.Psi )
3. berat
  • Sarjana psikologi (S1) melakukan psikotest dan intervensi serta melakukan psikoterapi ( Dra. Hj. Eva Yunilawati, Psi )
  • penggunaan alat tes sembarangan tempat dan menskoring sendiri menggunakan sofwer yang belum jelas validitas dan reliabilitasnya ( Tuti Rahmi, S.psi, M.psi, Psi )
  • Membuka lembaga psikologi dengan memperkerjakan  karyawan yang bukan berasal dari psikologi ( Hafrimayeni, S.psi, Psi )
  • Sarjana Psikologi (S1) melakukan praktek (membuka praktek) layanan psikologi dan melakukan intervensi ( Fitri Effendi, S.Psi, Psi )
  • Pelaksanaan pkosikotes dilakukan oleh tamatan SMA  yang dilatih untuk mlakukan tes psikologi ( farah Aulia, S.Psi, M.Psi, Psi )




    semoga bermanfaat!!!!
    by : psikologi UNP 09

0 comments:

Post a Comment

silahkan tinggalkan komentar anda demi perbaikan blog ini!!!

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Sandri Andeski - All Rights Reserved